Cinderella's Stepsister

Cinderella's sister - Drama Korea Indosiar, ini merupakan drama korea yang tayang di indosiar sebagai pengganti slot drama summer's desire yang telah habis.
Judul : Cinderella Unni/Cinderella's Sister
Judul Lain : Cinderella's Stepsister/A Modern Story of Revenge
Genre : Romantis, melodrama

Sinopsis global
Adaptasi modern dari Cinderella tentang seorang gadis bernama Goo Hyo Sun, yang dicintai semua orang. Sedangkan saudara tirinya, Eun Jo, memiliki masa lalu yang kelam dan berjuang melawan fakta bahwa ibunya mulai memperhatikan Hyo Sun dibanding Eun Jo sendiri.

Eun-Ju (Moon Geun-Young), seorang gadis yang kehilangan sosok ayah beberapa tahun lalu, kini kembali merasakan sebuah keluarga yang utuh saat ibunya menikah kembali. Sayangnya, hal tersebut tak membuat suasana berubah menjadi lebih baik, namun justru sebaliknya. Eun-Ju justru menjadi sosok gadis pemberontak. Hal tersebut tak terlepas dengan pertemuannya dengan sudara tirinya Hyo-Seon (Seo Woo). Hyo-Seon dikenal sebagai sosok gadis baik. Bahkan dalam keluarga sosok Hyo-Seon selalu menjadi pusat perhatian. Tak terkecuali dengan ibu Eun-Ju sendiri.

Masalah semakin pelik ketika Eun-Ju tahu bahwa Hyo-Seon, menyukai kekasihnya Ki-Hoon. Eun-Ju pun memutuskan untuk mengatasi masalahnya ini dengan caranya sendiri. (asianmediawiki/win)

Pemain
Moon Geun Young sebagai Song Eun Jo
Seo Woo sebagai Goo Hyo Sun
Chun Jung Myung sebagai Hong Ki Hoon
Taecyeon sebagai Jung Woo
- Yoon Suk Hyun sebagai Jung Woo (remaja)
Lee Mi Sook sebagai Song Kang Sook
Kim Gab Goo sebagai Goo Dae Sung
Kang Sung Jin sebagai Yang Hae Jin
Choi Il Hwa sebagai Ketua Hong
Yun Woo Jin sebagai Dong Soo
Go Se Won sebagai Hong Ki Jung
Seo Hyun Chul sebagai cinta sejati Kang Sook
Kim Chung sebagai ibu Ki Hoon
Seo Ji Eun sebagai Nam Yi

Produksi
Produser : Lee Sang Baek
Sutradara : Kim Young Jo
Penulis Naskah : Kim Kyu Wan
Baca Selengkapnya...

"Still Marry Me"

Still Marry Me - Free Download Video dan Sinopsis Still Marry Me Film Drama Korea di Indosiar Terbaru. Satu lagi Drama asal korea akan menghiasi layar kaca televisi di rumah Anda berjudul Still Marry Me yang akan dibintangi oleh Park Jin Hee sebagai Lee Shin Young dan aktor ganteng salah satu pemain boys before flowers bernama Kim Bum memerankan sebagai Ha Min Jae, Film ini akan menggantikan Cinderella’s Stepsister. Untuk sinopsis atau ringkasan cerita sebagai berikut:


Sinopsis/Cerita Singkat Still Marry Me:

Drama Korea berjudul Still Marry Me ini menggambarkan kehidupan tiga perempuan yang menutup salah satu bab kehidupan mereka dan memasuki fase berikutnya yaitu sebuah pernikahan. Mereka ingin mengakhiri masa lajangnya, mereka telah meraih segalanya kecuali sebuah pernikahan.. Lee Young Shin (Park Jin Hee), Jung Da Jung (Uhm Ji Won) dan Kim Boo Ki (Wang Bit Na) adalah tiga perempuan di usia 30 tahunan yang romantis. Hubungan harus tersendat karena ambisi karir mereka, tapi mereka diberi kesempatan untuk membuat awal kehidupan yang baru. yaitu pernikahan. Bagaimana kisah cerita selanjutnya? segera di Indosiar.

Pemain lengkap Still Marry Me Indosiar:

Bintang Utama :

Park Jin Hee as Lee Shin Young


Uhm Ji Won as Jung Da Jung



Wang Bit Na as Kim Boo Ki



Kim Bum as Ha Min Jae


Choi Chul Ho as Na Ban Suk


Lee Pil Mo as Yoon Sang Woo


Park Ji Young as Choi Sang Mi




Pemain lainnya:

Kim Yong Hee as Choi Myung Suk
Ahn Hye Kyung as Jang Hye Jin
Park Hyo Joon as Hee Dong
Jun Se Hong as Jun Se Ri
Jung Won Joong as Director Buk
Chun Woo Hee as Shin Young’s junior
Baek Il Sub as Ban Suk’s father
Jung Soo Young as Sang Woo’s colleague
Jo Han Sun as Shin Young’s ex-fiancé
Min Ah Ryung as Ex-fiancé’s girlfriend
Im Chang Jung as Jerry Oh
Danny Ahn as Boo Ki’s ex-boyfriend
Park Chul Min as psychic
Kim Sung Hoon as gangster
Kim Min Shik as Director Kim Min Shik (cameo, ep12)
Gook Ji Yun as Se Na (cameo, ep15)
Chae Gun

Detail:

Title: ??? ???? ?? ?? / Ajikdo Gyeolhonhago Shipeun Yeoja
Also known as: Still, Marry Me / City Lovers
Genre: Romance
Episodes: 16
Broadcast network: MBC
Related TV shows: The Woman Who Wants to Marry and The Man Who Can’t Get Married

Di Produksi Oleh:

Production Company: Kim Jong Hak Production
Chief Producer: Go Dong Sun
Producer: Park Chang Shik
Director: Kim Min Shik, Lee Sang Yeob
Screenwriter: Kim In Young
Baca Selengkapnya...

Mengapa ayam dapat menyebrang jalan ?

Jawaban menurut:

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

Plato:
Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Captain James T. Kirk
Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

Martin Luther King, Jr.
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Machiavelli
Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.

Freud
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami.. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Mugabe
Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

Isaac Newton
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Programmer J2EE
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Flasher
Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan perintah 'GoTo And Run' ...

LB Moerdani
Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

Sutiyoso
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya disukabumikan saja.

Habibie
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Darwis Triadi
Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.

Nia Dinata
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari
No comment!

Dhani Ahmad
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Roy Marten
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Roy Suryo
Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Mega Karti
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko
Berdasarkan petunjuk presiden.

and the best answer is.......... .....( eng ing eng )

Gus Dur :
"Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian..."
Baca Selengkapnya...

Firman Tuhan

Seorang guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah firman Tuhan yang saya ajarkan selama ini sudah dimengerti semua?"

Murid-murid menjawab, "Sudah, Bu guru!"

Lalu Ibu Guru melanjutkan, "Kalau begitu, minggu depan kalian akan dites oleh Kepala Pendeta. Apakah sudah siaaaap?"

Murid-murid menjawab, "Siaaap Bu Guru!"

Maka minggu berikutnya Kepala Pendeta datang ke kelas dan berkata kepada si Ibu Guru, "Bu, hari ini merupakan evaluasi pelajaran firman Tuhan yang selama ini Ibu ajarkan. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid-murid".

Si Ibu Guru menjawab (dengan berharap si Kepala Pendeta memujinya),"Bapak bisa lihat sendiri kalau murid-murid saya pandai-pandai semuanya".

Kemudian Kepala Pendeta bertanya kepada murid-murid, "Apakah kita boleh mencuri?"

Murid-murid menjawab, "Tidak boleh, Pak, sebab dilarang di dalam Hukum Taurat!"

Si Ibu Guru senyum-senyum senang.

Lalu si Kepala Pendeta melanjutkan, "Apakah kita boleh membunuh?"

Murid-murid menjawab, "Tidak boleh Pak, sebab itu juga dilarang didalam Hukum Taurat!"

Si Ibu Guru semakin bersemangat tersenyum.

Kepala Pendeta semakin penasaran dan bertanya lagi, "Nah, sekarang kalau kalian punya kucing di rumah lalu buntutnya kalian potong, berdosa nggak kalian?"

Mendapat pertanyaan seperti itu, murid-muridnya berpikir keras karena buntut kucing yang dipotong bukan berarti mencuri dan kucingnya tidak mati berarti tidak membunuh. Kelas menjadi hening ...Tiba-tiba salah satu murid berdiri dan menjawab dengan suara nyaring,"Berdosa, Pak!"

Si Kepala Pendeta bertanya, "Kenapa menurut kamu berdosa?"

Si murid menjawab, "Sebab di dalam Matius 19:6 tertulis, 'Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Sebab apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia'!"
Baca Selengkapnya...

Emansipasi Pria: Antara aku, Tuhanku dan istriku

Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinyapelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapurmenyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:
"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Yang senyum, Tuhan Berkati... ^_^
Baca Selengkapnya...

Melebihi kecepatan cahaya

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu”.
“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke kandidat II.

“Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya”
“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi”. Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.

“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala”
Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. “Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya”, pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah MENCRET”
“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.
saya bisa menjelaskannya”, kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana”
Baca Selengkapnya...

"NODA DI TAMAN"

Santha,15,Bitung.
Kami baru beberapa minggu bersekolah di sekolah ini, sekolah asrama. Kebanyakan dari kami berasal dari luar kota. Bangunannya sangat indah dengan arsitektur modern dan kebun yang luas tertata rapi. Tetapi, hal yang paling kami sukai adalah taman di samping gedung dekat ruang laboraturium. Pohon-pohon cemara berjejer di tepi jalan dihiasi dengan pondok di bawahnya, tempat para siswa siswi ngerumpi pada waktu kosong. Juga bunga-bunga yang berwarna-warni hampir selalu bermekaran sangat indah. Rumput-rumput pun selalu terpangkas dengan rapi sehingga kami merasa tidak tega untuk berjalan melewati taman tersebut dan menginjaknya.
Suatu hari, kami mengamati ada suatu taman di taman itu yang tanaman tidak dapat tumbuh dengan subur. Rumput-rumput terlihat kering dan bunga tidak pernah tumbuh sehingga bagian itu terlihat gersang.
Aku dan beberapa kawanku mencoba menanam beberapa biji kacang hijau dengan harapan akan tumbuh tunas keesokkan harinya. Tak lupa kami berbekal pupuk yang kami beli di toko pupuk dekat sekolah. Penjual pupuk bahkan mengatakan bahwa pupuk itu nomor satu di Jepang !
“Kakek berani jamin.Apapun yang kalian tanam, setelah kalian siram dengan baik dan kalian beri pupuk istimewaku ini, tanaman kalian akan tumbuh dengan subur.”Lelaki tua bekas petani yang kini beralih profesi menjadi pedagang pupuk itu berkata dengan penuh percaya diri.
“Benar nih kek?”Timpal Sani sambil memegang pupuk yang dimaksudkan.
“Apa kakek berani jamin pupuk kakek benar-benar berkhasiat? Bagaimana kalau ternyata tidak berhasil ? Bolekah kami mengembalikan pupuk ini dan kami minta kembali uang kami ?” Sambung Chiot sembari berkata lirih pada sang kakek.
“Percaya deh dengan kakek! Kalian pasti berhasil,” ia berkata sambil buru-buru memasukkan pupuk tersebut dalam kantong plastic yang berwarna ungu dan memberikannya kepada kami.
“Baiklah, kami beli yang ini. Terima kasi banyak kek,” aku berkata sambil menyodorkan beberapa lembar uang pada lelaki keriput yang murah senyum itu.
Keesokkan paginya dengan berbekal pupuk yang telah kami beli, dengan bersemangat kami menuju halaman sekolah. Kami bertekad untuk membuktikan pada orang-orang bahwa tanah yang tandus itu adalah pendapat yang salah. Kami akan buktikan, bahwa dengan penanganan yang tepat semuanya akan beres !
“Kau tidak kebanayakan member pupuk kan ?” Kataku pada Sani yang tengah begitu bersemangat.”Kau yakin ini adalah dosis yang tepat?”
“Aku yakin sekali. Sewaktu aku kecil, aku terbiasa membantu kakek nenek di lading.”Katanya meyakinkanku.
“Baiklah kalu begitu.”Aku segera merapikan gundukan tanah di sekitar tempat tersebut.
Beberapa orang guru dan teman kami yang kebetulan lewat tersenyum melihat kegigihan kami. Malam itu, kami hampir tidak bisa tidur. Kami semua memikirkan apa yang akan terjadi pada esok hari. Apakah akan ada kecambah yang tumbuh dari biji-biji kacang hijau kami ?
Pagi berikutnya ketika matahari belum sempurna menunjukkan sinarnya,kami bergegas ke taman. Kami berteriak gembira dengan apa yang kami lihat.
“Hei, kita berhasil! Lihat, ada tunas yang muncul!” chiot berteriak kegirangan. Kakinya yang melompat-lompat hampir saja menginjak kecambah yang baru muncul sedikit dari tanah itu. Ia segera ditarik oleh kawan-kawanku untuk menjauh.
“Iya, akhirnya kita berhasil. Mari kita beri tahukan hal ini pada yang lainnya.”seru Sani. “Wah, pak guru pasti bangga bahwa kita akhirnya berhasil membuktikan bahwa tanah ini ternyata tidak kalah subur dengan lainnya.”
Begitulah beberapa hari berikutnya, biji yang kami tanam tampak sudah mulai tumbuh menjadi tanaman kecil dengan daun-daunnya yang mungil.
Tetapi, tepat satu minggu kemudian kami terkejut ketika mendapati tanaman yang tadinya tumbuh subur, kini mulai layu. Daun-daun kecilnya telah menguning. Bahkan, tanaman lain ada yang sudah mati sebelum genap berusia satu minggu. Tetapi, biji yang kami tanam di bagian lain taman tetap tumbuh dengan normal dan subur.
Kami tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Apakah tanaman kami terserang penyakit? Jika ya, mengapa tanaman lain yang berada di dekatnya baik-baik saja dan tetap tumbuh dengan baik ?
“Apakah mungkin kalau kadar keasaman tanah di tempat tersebut terlalu tinggi ?”Umpat Chiot yang tak henti-hentinya menatap tanaman yang daunnya telah layu.
“Ah, tidak mungkin. Aku dan Pak Deki pernah mengukur tingkat keasaman tanah tersebut. Dan hasilnya ternyata baik. Juga unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Semuanya normal dan baik-baik saja.” Ujar Aris
“Tapi, aku masih penasaran nih. Bagaimana kalau kita bertanya pada Bu Sonya? Beliau kan kepala laboraturium. Jadi, pasti Beliau lebih memahami mengenai apa kemungkinan penyebab matinya tanaman kita,”Aku mengusulkan. Saat ini, hanya itulah yang terpikir olehku. Kami tak punya pilihan lain.
“Baiklah, Aku dan Aris akan menemui Bu Sonya sore ini sehabis latihan senam. Mudah-mudahan Beliau bisa membantu kita memecahkan persoalan ini.” Aris akhirnya menyanggupi sambil membereskan buku-bukunya dan bangkit berdiri.
Akhirnya, kamipun bertanya pada beberapa orang guru Biologi kami. Tetapi, mereka tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Bahkan, kami pun pernah bertanya mengenai hal itu pada seorang tukang kebun yang selalu merawat taman tersebut. Tetapi, lagi-lagi kami tidak mendapatkan apa yang kami cari. Akhirnya, kami pun melupakan hal itu, sampai pada suatu hari….
Hari itu, kami mendapat tugas sejarah dan kami diharuskan untuk bekerja kelompok membahas topik-topik yang diberikan guru.
Ketika kami sedang mencari-cari artikel lama di arsip perpustakaan sekolah, kami terkejut ketika menemukan guntingan berita dari Koran yang ditempel di sebuah album besar yang sudah mulai lapuk. Guntingan kertas itu sudah mulai kuning. Judul artikel itu berbunyi ‘Seorang Siswi Sekolah Menengah Ditemukan Tewas’. Tadinya, kami mengacuhkan berita itu. Tetapi, tak sengaja kami membaca nama sekolah yang tercantum di artikel itu. Ternyata nama sekolah itu, sama dengan nama sekolah kami !
Kami pun segera membaca artikel itu lama itu….
Ternyata, enam belas tahun yang lalu telah terjadi kecelakaan yang mengerikan di sekolah kami. Pada saat itu, ada seorang siswi yang sangat cantik. Namanya Memei Chiru. Ia berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya bahkan salah satu donator terbesar sekolah pada saat itu.
Diceritakan kemudian bahwa Memei yang cantik jatuh cinta dengan salah seorang guru muda di sekolah. Tentu saja keluarganya menentang keras hubungan tersebut. Mereka bahkan mengancam untuk menarik kembali semua uang yang telah disumbangkan jika pihak sekolah tidak mengeluarkan guru muda tersebut. Akhirnya dengan sangat terpaksa, guru itu pun mengundurkan diri dari sekolah dan pindah ke luar kota dengan diam-diam.
Memei sangat terpukul ketika mengetahui bahwa pujaan hatinya bukan saja telah diusir oleh ayahnya dari sekolah, tapi juga pindah ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Ia berusaha mencari tahu alamat guru muda tersebut dari pihak sekolah. Tapi tentu saja pihak sekolah, terutama pak kepala sekolah yang telah diancam oleh ayah Memei, tidak berani membocorkan alamat baru Guru muda tersebut.
Memei merasa sangat sedih. Hatinya terasa sakit. Hari-hari selanjutnya terasa tak berarti lagi. Memei yang dulu ceria kini hanya seperti mayat hidup. Jiwanya seolah telah hilang. Tak jarang beberapa orang guru dan temannya memergoki sedang termenung di kamar asrama sambil memandang jauh ke luar jendela. Pandangannya kosong dan hampa.
Orang tuanya kemudian berencana untuk memindahkan Memei ke sekolah lain di luar kota dengan harapan ia dapat melupakan kesedihan hatinya dan memulai hidup baru di tempat lain.
Tiba-tiba bencana itu terjadi….
Tepat satu hari sebelum hari kepindahannya ke luar kota, beberapa orang murid yang sedang bermain di taman terkejut ketika melihat seorang siswi berpakaian lengkap memanjat kea tap gedung sekolah. Mereka tidak dapat melihat dengan jelas wajah siswi tersebut. Semua orang berteriak-teriak menyuruh siswi tersebut turun. Tetapi, ia tak memedulikannya. Ia berjalan terus ke arah tepi sebelum akhirnya berhenti dan menatap lurus ke depan. Sejenak ia berdiri mematung. Sementara itu, guru-guru sudah dipanggil dan mereka segera berhamburan ke taman.
Sebelum mereka menyadari apa yang sedang terjadi, tiba-tiba siswi di atas atap itu berteriak keras dan menengadahkan wajahnya ke langit. Ia membentangkan tangan lebar-lebar seperti mengambil ancang-ancang . Detik berikutnya ia meloncat dari atas atap dan tubuh mungilnnya melayang di udara.
Tubuh itu segera membentur tanah. Mereka semua terkejut ketika mengetahui bahwa itu Memei Chiru yang akan pindah esok. Orang tua Memei segera dihubungi. Sebelum orang tuanya datang, Memei sudah menghembuskan napasnya yang terakhir…
Beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengadakan upacara khusus untuk mendoakan arwah Memei. Berbagai karangan bunga diletakkan di taman dekat laboraturium, bagian di mana tanaman tidak pernah dapat tumbuh subur. Tanah yang tidak dapat memberikan kehidupan untuk tanaman yang ditanam di atasnya. Seperti juga kehidupan cinta yang tak pernah dimiliki Memei Chiru.
Baca Selengkapnya...

Powered by Blogger